Entri Populer

Selasa, 18 November 2014

Cara Menghilangkan Tanda Panah di Shortcut Program

Cara Menghilangkan Tanda Panah di Shortcut Program. Pernahkah Anda memperhatikan tampilan shortcut program yang berada di desktop Anda? Jika di cermati semua shortcut yang ada di desktop Anda pasti memiliki tanda panah di sebelah kiri bawah. Kecuali shortcut bawaan dari windows(Recycle Bin). Tanda panah itulah yang nantinya akan coba kita hilangkan. Bagi sebagian orang tanda panah ini tentu bukanlah suatu masalah, mungkin Anda adalah salah satu orang yang berpendapat demikian. Akan tetapi ada juga yang menganggap tanda panah tersebut bisa mengurangi keindahan desktop komputer. Dalam kesempatan kali ini kita akan praktekkan bagaimana cara menghilangkan tanda panah Shortcut program tersebut. Berikut ini Cara Menghilangkan Tanda Panah ikon Shortcut Program :


  1. Klik tombol Start, pilih Run dan ketikkan Regedit.
  2. Pilih HKEY_CLASSES_ROOT/Inkfile ,Ubah nama IsShortcut menjadi IsShortcuts
  3. Pilih HKEY_CLASSES_ROOT/piffile ,Ubah nama IsShortcut menjadi IsShortcuts
  4. Kemudian tutup jendela Regedit
  5. Restart komputer Anda silakan perhatikan hasilnya
  6. Lihat hasilnya, semoga berhasil yaaakkk...

Senin, 30 Juni 2014

Pengertian, Jenis dan Fungsi Network Interface Card (NIC) / Kartu Jaringan




Pengertian, Jenis dan Fungsi Network Interface Card (NIC) / Kartu Jaringan

Kartu Jaringan atau disebut dengan istilah NIC (Network Interface Card) atau LAN Card atau Etherned Card merupakan perangkat yang menyediakan media untuk menghubungkan antar komputer. Kebanyakan Kartu Jaringan berjenis kartu internal, yaitu kartu jaringan yang di pasang pada slot ekspansi di dalam komputer.

Fungsi Network Interface Card (NIC) / Kartu Jaringan

Network Interface Card (NIC) / Kartu Jaringan memiliki dua fungsi utama , yaitu:

1.    Peranti yang menyambungkan kabel jaringan dengan komputer.
2.    Peranti yang menyediakan pengalamatan secara fisik. Artinya kartu jaringan memiliki kode tertentu yang unik.


Jenis Network Interface Card (NIC) / Kartu Jaringan

Kartu jaringan merupakan salah satu perangkat jaringan yang bekerja pada layer Physical dan Data Link, yang menghubungkan komputer dengan perangkat jaringan lainnya yang umumnya berupa Switch LAN. Kartu LAN ini dikoneksikan ke Switch melalui media kabel jaringan, yang umum sekarang ini adalah kabel UTP Cat5e (kabel standard UTP yang mendukung kecepatan Gigabit).

Pada umumnya kartu jaringan ada yang sudah built-in dengan Motherboard dari komputer atau laptop, akan tetapi banyak komputer rakitan sendiri tidak memasukkan kartu jaringan pada motherboardnya, jadi anda harus membeli sendiri kartu jaringan tersebut – hanya bila anda akan menggunakan komputer tersebut terhubung dengan system jaringan local.

1. PCI Adapter
PCI (Peripheral Component Interconnect) adalah bus yang pada awalnya didesign untuk menggantikan Bus ISA/EISA yang dipakai dalam system komputer IBM. Dirilis pertama kali tahun 1992 dan masih banyak dipakai sampai sekarang ini untuk komputer desktop yang mempunyai slot PCI tentunya. Dari jenis adapter jaringan ada dua macam pemakaian yaitu yang untuk adapter jaringan kabel dan untuk adapter jaringan wireless atau jaringan nirkabel. Gambar berikut menunjukkan slot PCI pada motherboard komputer dan kartu jaringan PCI untuk LAN dan untuk wireless.

2. USB Adapter
USB (Universal Serial Bus) adalah standard Bus serial yang mempunyai design asimmetris dan di design sebagai slot yang sangat praktis untuk menghilangkan perlunya tambahan slot PCI pada komputer. USB mempunyai kemampuan PnP (Plug and Play – pasang dan mainkan) sehingga saat dipasang di komputer tidak memerlukan suatu reboot komputer. Kartu jaringan wireless USB, yang banyak dipakai karena sifatnya yang praktis dan banyak dipakai untuk kartu jaringan wireless. Tidak ada kartu jaringan LAN yang memakai slot USB kecuali yang dari jenis wireless.
Kartu jaringan wireless ini ada beberapa macam tergantung standard technology yang digunakan, meliputi:

1.   Kartu jaringan USB wireless-B yang beroperasi berdasarkan standard Wireless 802.11B dan bekerja dengan kecepatan maksimum 11 Mbps menggunakan frequency band 2,4 GHz, berbagi jaringan dengan kapasitas keluaran secara real sampai 7 Mbps. Mempunyai jangkauan yang bagus tapi mudah dipengaruhi oleh interferensi radio.
2.   Kartu jaringan USB wireless-G yang beroperasi berdasarkan standard Wireless 802.11G dan bekerja dengan kecepatan maksimum 54 Mbps, yang merupakan pengembangan dari versi 802.11b. Ada beberapa model yang menggunakan technology wireless-G ini yang dipercepat dengan ditambah teknologi MIMO yang bisa menghasilkan kecepatan sampai 180 Mbps ideal.
3.   Kartu jaringan USB wireless-N yang menggunakan standard technology wireless paling cepat saat ini yaitu draft 802.11N. walaupun masih draft (belum final) akan tetapi hampir semua pabrik pembuat piranti wireless mengadopsi technology ini. Anda tidak perlu khawatir masalah compatibility dari standard wireless-N ini karena setiap produk wireless-N yang lulus uji certifikasi “Wi-Fi Certified” berarti dia sudah teruji kompatibilitynya dengan jaringan standard sebelumnya 802.11B/G. biasanya ditandai dengan tanda certifikasi “Wi-Fi Certified”. Jenis USB adapter wireless ini biasa digunakan baik untuk komputer desktop maupun notebook. Gambar berikut ini menunjukkan beberapa model kartu jaringan USB dan tanda certifikasi “Wi-Fi Certified” baik untuk wireless-G (yang compatible dengan wireless-B) maupun yang untuk wireless-N (yang compatible dengan wireless-B/G).
Ada juga beberapa model piranti USB ini menggabungkan technology 802.11N dan 802.11A mengahsilkan adapter wireless –N dengan dual-band 2,4 GHz dan 5 GHz yang biasanya bekerja secara simultan, memungkinkan anda memakai frequency band 5 GHz untuk kebutuhan applikasi atau aktivitas yang memerlukan bandwidth intensif yang tinggi seperti streaming High Definition media. Jaringan dengan frequency band 5 GHz ini relative lebih kebal terhadap interferensi dari frequency band 2,4 GHz dimana frequency 2,4 GHz ini banyak dipakai oleh peralatan rumah tangga seperti cordless phone, open microwave, pembuka garasi automatis, dll. Untuk adapter wireless dual band anda bisa memilih untuk bekerja di 2.4GHz atau 5GHz band tergantung jaringan anda.
3. CardBus /PCMCIA
Kartu jaringan Cardbus atau PCMCIA yang dipakai pada slot Cardbus atau PCMCIA dari notebook. Kartu jaringan dari jenis Cardbus ini lebih banyak dipakai untuk kartu jaringan wireless juga, walaupun pada awalnya banyak diproduksi adapter LAN dengan speed 10 Mbps di era laptop jaman dulu yang tidak dilengkapi dengan kartu jaringan onboard, sekarang sudah tidak ada lagi.



4. ExpressCard
Kartu jaringan dari jenis ExpressCard adalah jenis baru yang mulai banyak diadopsi oleh notebook belakangan ini mulai akhir tahun 2006-an. Keuntungan utama dari technology ExpressCard dibanding CardBus adalah peningkatan bandwidth yang sangat dramatis dibanding technology Cardbus. Kenapa begitu? Kartu jaringan ExpressCard mempunyai koneksi langsung kepada system bus melalui suatu jalur X1 Express PCI dan USB 2.0, sedangkan Cardbus menggunakan controller interface yang hanya memakai interface PCI.
ExpressCard mempunyai kapasitas keluaran bandwidth maksimum sampai 2,5 Gigabit per second melalui PCI Express dan keluaran dari USB 2.0 sampai 480 Mbps khusus untuk masing-2 slot ExpressCard. Sementara untuk Cardbus menggunakan share bus dengan keluaran maksimum sampai 1,06 Gigabits per second saja secara sharing bersama-sama. Sementara itu, power yang dipakai hampir separuh (1.5 V dan 3.3 V) dari power yang dipakai Cardbus (3.3 V dan 5.0 V).
Disamping untuk wireless-N ExpressCard adapter, jenis kartu jaringan ExpressCard ini juga ada yang digunakan untuk ExpressCard Gigabit LAN adapter dengan konektor RJ-45. Dengan kartu jaringan ExpressCard LAN ini memungkinkan anda melakukan koneksi ke jaringan Gigabit Switch dengan stabilitas yang ultra-solid pada kecepatan tinggi. Sangat bagus untuk activitas yang membutuhkan bandwidth berlebihan seperti media high definition (HD media), publishing media berkualitas tinggi, jaringan berkapasitas tinggi, data sharing maupun database.
Hampir semua komputer desktop maupun notebook sudah dilengkapi dengan adapter kartu jaringan, khusus untuk laptop atau notebook disamping dilengkapi adapter onboard NIC, mereka juga sudah dilengkapi dengan Wi-Fi baik yang berbasis 802.11B/G maupun yang seri terbaru sudah dilengkapi dengan Wi-Fi berbasis 802.11N yang juga compatible dengan 802.11B/G.

5. PCI Express USB 3.0 Adapter
Sejak 2006, sudah mulai banyak produk computer yang melengkapi motherboardnya dengan PCIexpress dengan tersedianya slot PCIe. Sekarang ini banyak produk yang memanfa’atkan slot PCIe ini antara lain USB port PCI Express adapter. PCIe adapter ini mengusung port USB 3.0 SuperSpeed. Lihat juga mengenal lebih dekat USB 3.0.
Salah contoh dari adapter PCIe USB 3.0 ini adalah TRENDnet 2-Port USB 3.0 PCI Express Adapter TU3-H2PIE. USB 3.0 ini PCI adapter ini mempunyai 2 port type A yang bisa digunakan pada komputer yang mempunyai slot PCI Express. Adapter ini dilengkapi dengan konektor power dari PC 4-pin untuk memberikan kekuatan power kepada perangkat USB yang terhubung kepada USB portnya. Kecepatan data transfer sungguh luar biasa sampai 5 Gbps lebih dari 10 kali lipat kecepatan transfer rate dari USB 2.0 yang hanya sampai 480 Mbps. Tentunya port USB ini bisa dipakai juga (compatible) dengan perangkat USB type 2.0. Tentunya kalau dpakai pada perangkat USB 2.0 kecepatannya yach mengikuti jenis USB 2.0. Jadi kecepatan transfer rate bisa maksimum jika menggunakan perangkat USB 3.0 juga misal external Hard disk dari Iomega eGo 2 TB USB 3.0.
Masih ada satu lagi, mini PCI-Express card wireless adapter. Adapter ini biasa diselipkan di slot mini PCI di laptop yang umum digunakan pada kebanyakan laptop untuk Wi-Fi adapter nya. Jenis ini tidak umum buat user karena harus membongkar laptop yang tidak mungkin dilakukan oleh user kebanyakan.

Sumber : Tutorialcarakomputer.com





Local Area Network (LAN)


Local Area Network (LAN) adalah jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource dan saling bertukar data.

Media Transmisi LAN dapat berbentuk kabel seperti UTP, serat optik, coaxsial, dan Wirieles LAN (WLAN). Pada sebuah jaringan LAN, kecepatan transfer datanya dalam kisaran 10 - 100 Mbps. Teknologi yang paling banyak di gunakan dalam jaringan LAN adalah teknologi IEEE 802.3 di mana hardware yang di gunakan adalah
 LAN Card/NIC.

Di sebuah Jaringan LAN, setiap komputer/node memiliki daya komputasi sendiri, lain halnya dengan konsep dump terminal. Tiap-tiap komputer juga bisa mengakses sumber daya yang terdapat di LAN sesuai dengan hak akses yang sudah ditetapkan. Sumber daya yang ada di LAN bisa berupa perangkat seperti printer atau juga bisa berupa data.

Kelebihan LAN
1.     Keamanan lebih terjamin karena penggunaan IP lokal jaringan hanya sampai sebatas switch dan selanjutnya router akan menghubungkan dengan IP publik.
2.     Lebih irit dalam pengeluaran biaya operasional.
3.     Pemakaian sumber daya secara bersama-sama.
4.     Memungkinkan hubungan antar sistem dari beragam merk.
5.     Memungkinkan adanya transfer file antar bagian dengan melalui suatu server pengatur lalu lintas informasi.
6.     Efektifitas dan efisiensi kerja menjadi lebih produktif.
7.     Transfer data antar node dan komputer labih cepat karena mencakup wilayah yang sempit atau lokal.
8.     Copy data antar PC menjadi lebih cepat.
9.     Tidak memerlukan operator telekomunikasi untuk membuat sebuah jaringan LAN.
10.  Lebih irit dalam penggunaan kabel.


Kekurangan LAN
1.     Cakupan wilayah jaringan lebih sempit sehingga untuk berkomunikasi ke luar jaringan menjadi lebih sulit.
2.     Area cakupan transfer data tidak begitu luas.
3.     Speed modem lambat, semakin banyak node semakin lemot koneksi internetnya.
4.     Ada kemungkinan password dapat ditembus.
5.     Perlu pengendali pemakain software.
6.     Software harus dirancang untuk multi user.
7.     Semua layer Model OSI harus dilaksanakan (protokol/aturan yang digunakan).
8.     Jika salah satu PC terkena virus, maka PC yang lain ikut terkena.

Penjelasan TCP / IP Lainnya

Kenapa sich kita kok harus mempelajari TCP/IP? Karena kalau kita mau serius untuk mempelajari jaringan baik itu di windows, linux, mac maupun system operasi yang lain ilmu kesaktian TCP/IP ini sangat penting untuk kita kuasai. Dengan memahami TCP/IP maka kita akan mampu untuk belajar lebih lanjut mengenai jaringan yang lebih rumit. Dan dengan TCP/IP kita mampu mensetting kompi kita buat terhubung ke dunia luar.

TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

Adalah sekumpulan protokol yang didesain untuk melakukan fungsi-fungsi komunikasi data pada jaringan komputer. TCP/IP terdiri atas sekumpulan protokol yang masing-masing bertanggung jawab atas bagian-bagian tertentu dari komunikasi data. Kesimpulannya, TCP/IP inilah yang memungkinkan kumpulan komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu jaringan.


TCP/IP dapat diterapkan dengan mudah di setiap jenis komputer dan inteface jaringan, karena sebagian besar isi kumpulan protokol ini tidak spesifik terhadap satu komputer atau peralatan jaringan tertentu. Sekumpulan protokol TCP/IP ini dimodelkan dengan empat layer TCP/IP, sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini.


TCP/IP layer



Konsep TCP/IP
Dalam konsep komunikasi data suatu jaringan komputer, ada mekanisme pengiriman data dari komputer sumber ke komputer tujuan dimana proses pengiriman paket data tersebut sampai dengan benar ke komputer yang dituju. Tentunya dalam proses pengiriman yang terjadi tidak semudah yang dipikirkan. Alasan pertama, komputer tujuan berada jauh dari komputer sumber sehingga paket data yang dikirimkan bisa saja hilang atau rusak di tengah jalan. Alasan lainnya, mungkin komputer tujuan sedang menunggu/mengirimkan paket data dari/ke komputer yang lain. Tentunya paket data yang akan dikirimkan diharapkan sampai dengan tepat tanpa terjadi kerusakan. Untuk mengatur mekanisme komunikasi data tersebut dibutuhkan pengaturan proses pengiriman data yang dikenal sebagai protocol. Protokol di sini adalah sebuah perangkat lunak yang melekat pada setiap sistem operasi tertentu.

Lapisan Network/Network Access Layer
Lapisan Network bertanggung jawab mengirim dan menerima data ke dan dari media fisik. Media fisiknya dapat berupa kabel, serat optik atau gelombang radio. Karena tugasnya ini, protokol pada layer ini harus mampu menterjemahkan sinyal listrik menjadi data digital yang di mengerti oleh komputer, yang berasal dari peralatan lain yang sejenis.
Lapisan Internet/Internet Layer
Lapisan Internet bertanggung jawab dalam proses pengiriman paket ke alamat yang tepat. Pada layer ini terdapat tiga macam protokol, yaitu IP, ARP, dan ICMP. IP (Internet Protocol) berfungsi untuk menyampaikan paket data ke alamat yang tepat. ARP (Address Resulotion Protocol) ialah protokol yang digunakan untuk menemukan alamat hardaware dari host/komputer yang terletak pada network yang sama. Sedangkan ICMP (Internet Control Massage Protocol) ialah protokol yang digunakan untuk mengirimkan pesan dan melaporkan kegagalan pengiriman data.

Lapisan Transport/Transport Layer
Layer Transport, berisi protokol yang bertanggung jawab untuk mengadakan komunikasi antara dua host/komputer. Pada lapisan Transport menggunakan Acknowledgement positif dan Acknowledgement negative pada aliran datanya. Acknowlegment positif akan memberitahukan pesan apabila data yang di transferkan telah sampai sedangkan Acknowledgement negative jika paket yang ditransfer tidak sampai ke tujuan maka akan terjadi pengiriman ulang. Kedua protokol tersebut ialah TCP (Transmission Control Protokol) dan UDP (User Datagram Protocol).

Lapisan Aplikasi/Aplication Layer
Layer teratas adalah Aplication Layer. Pada layer inilah terletak semua aplikasi yang menggunakan protokol TCP/IP misalnya http, ftp, telnet, smpt dan lain sebagainya.
  
IP Address
Lebih penting dari itu semua suatu komputer atau peralatan jaringan tidak akan pernah dapat terkoneksi atau menjadi bagian suatu jaringan jika tidak memiliki IP Address. Artinya setiap komputer harus mempunyai IP address meskipun hanya terkoneksi ke dalam jaringan lokal dan tidak terhubung ke jaringan publik/internet. Secara teknis dapat dikatakan bahwa IP Address dapat di gunakan untuk identifikasi lapisan network oleh suatu host dan router pada jaringan TCP/IP. Setiap komputer dalam suatu jaringan mempunyai identifikasi alamat yang unik. Ada dua metode yang di gunakan untuk pengalamatan komputer dalam sebuah protocol TCP/IP network :
1.      Static IP Addressing : adalah pengaturan alamat IP untuk setiap workstation di tentukan secara manual oleh administrator.
2.      Dynamic IP Addressing (DHCP) : adalah pengaturan setiap client pengalamatan IP di atur oleh DHCP server secara dinamic setiap saat.

Format Alamat IP
IP Address merupakan bilangan biner 32 bit yang di pisahkan oleh tanda pemisah berupa tanda titik pada setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet dan biasanya ditampilkan dalam format desimal xxx.xxx.xxx.xxx yang selanjutnya di sebut notasi desimal bertitik (doted decimal notation, DDN). Meskipun di tulis dalam notasi decimal tetapi proses yang di belakang layar tetap menggunakan notasi bilangan biner. Contoh IP Address adalah:
192
168
0
1
11000000
10101000
00000000
00000001

Pembagian Kelas IP Address
Ip address di bagi dalam beberapa kelas untuk memudahkan pengelolaannya. Setiap alamat IP terdiri dari dua field yaitu:

·         Field NetId : alamat jaringan logika dari subnet dimana komputer di hubungkan.
·         Field HostId : alamat device logical secara khusus di gunakan untuk mengenali masing-masing hoat pada subnet.
Net ID
Host ID


w
x
y
z
192
168
0
1


IP Address di bagi dalam lima kelas sebagai berikut:
 Kelas A
Kelas A mempunyai 7 bit Network ID (nomor unik jaringan) dan 24 bit alamat host. Bit urutan tertinggi (paling kiri) selalu bernilai nol (0). sehingga  terdapat 128 ( 2 pangkat 7) Network-ID di dalam kelas A.

0
Network ID
Alamat Host/Host ID
                                               7 bit                                      24 bit
Alamat kelas A
0.0.0.0
Dicadangkan, tidak boleh di gunakan
1.0.0.0 s.d 126.0.0.0
Tersedia dan boleh digunakan
127.0.0.0
Dicadangkan, di gunakan oleh localhost untuk keperluan loopback

Sebagaimana anda lihat alamat kelas A hanya menggunakan oktet pertama ID jaringan, tiga host yang tersisa di gunakan sebagai Host ID. Kelas A dapat mendukung 16.777.214 host.


Kelas B
Alamat jaringan kelas B memiliki 14 bit Network ID dan 16 bit Host ID dan selalu di mulai oleh biner 10. Dengan demikian pada kelas B dapat dibuat sebanyak 16.384 jaringan yaitu 2 pangkat 14.
10
Network ID
Host ID
                                                  14 bit                                   16 bit

Alamat kelas B
128.0.0.0 s.d 191.254.0.0
Tersedia dan boleh digunakan pada host atau device jaringan
191.255.0.0
Di cadangkan, tidak di pakai.

Kelas C
Alamat jaringan kelas C mempunyai 21 bit Network ID dan 8 bit Host ID dan selalu di awali 3 bit 110. Pada kelas c terdapat sebanyak 2.097.152 alamat jaringan, yaitu 2 pangkat 21. dalam penggunaannya akan berkurang 2 untuk network id dan broadcast.
110
Network ID
Host ID
                                                     21 bit                                8 bit
Alamat kelas C
192.0.0.0
Di cadangkan dan tidak dipakai
192.0.1.0 s.d 223.255.254.0
Tersedia dan boleh di gunakan
233.255.255.0
Di cadangkan

Kelas D

Alamat Jaringan kelas D semuanya di gunakan untuk multicasting, dan selalu di awali bit-bit 1110.
1110
Multicast
   28 bit
Alamat Kelas D
224.0.0.0 s.d 239.255.255.255
Kelompok Multicast

Kelas E
Jaringan kelas E di tandai 4 bit bernilai 1 (1111) pada bagian awal alamat yang sebenarnya tidak boleh di pakaikan pada host, digunakan sebagai media research teknologi masa depan.

Alamat Kelas E
224.0.0.0 s.d 239.255.255.255
Di cadangkan (ilegal)
255.255.255.255
Dicadangkan, broadcast